Tuesday, November 10, 2009

Rahasia Sukses Tukang Sapu Bisa Naik Haji

Berbeda dengan kebanyakan orang, Bapak yang satu ini memiliki alur berfikir yang keluar dari nalar atau dengan istilah lainnya disebut dengan “out of the box”. Kalau dilihat dari kondisi fisiknya mungkin kita tidak mengira karena profesinya hanyalah tukang sapu di salah satu perusahaan telekomunikasi di Surabaya.


Tapi kalau dilihat dari segi yang lain, sungguh sangat luar biasa kepribadiannya. Dengan kondisinya saat ini, dia berani bermimpi untuk membahagiakan istri dan ketiga anaknya serta pergi berhaji suatu saat nanti. Dengan gaji yang hanya 700 ribu sampai dengan 800 ribu per-bulannya, dengan ijin Allah beliau mampu memberikan pendidikan yang baik bagi ketiga anaknya bahkan sudah ada yang menempuh bangku kuliah.

Puncaknya adalah ketika dia mampu menunaikan ibadah haji dengan tabungan yang disisihkan dari penghasilannya tiap bulan sedikit demi sedikit. Diantara rahasia sukses yang beliau sampaikan adalah :
  1. Niat & berani bermimpi
  2. Bersegera menyambut seruan Allah
  3. Meminta “apapun” kepada Allah meskipun itu tidak mungkin
  4. Selalu ikhlas

NIAT & BERANI BERMIMPI

Seperti yang saya sampaikan di atas, bahwa Bapak ini mampu berfikir “out of the box”. Berani bermimpi untuk sesuatu yang tidak mungkin menurut ukuran manusia. Bahkan terkadang menerima cibiran dari orang lain sekalipun. Permasalahan kita, terkadang tidak berani melanjutkan “niat” atau “mimpi” kita karena takut atau trauma dengan kondisi lingkungan sekitar yang tidak mendukung.

Dalam islam, niat sangatlah penting artinya, makanya Imam Nawawi meletakkan hadist tentang “niat” ini di nomor yang pertama dalam kitab kumpulan hadist yang ditulisnya “arbain nawawi”.

Orang yang berniat dalam kebaikan meskipun belum sampai terlaksana akan mendapatkan nilai “satu kebaikan”. Sedangkan orang yang berniat jahat tetapi belum sempat melaksanakan niat jahatnya belum tercatat sebagai satu kejahatan. Dilihat dari sini, betapa Allah sangat mencintai hamba-Nya dan meletakkan niat sebagai sesuatu yang sangat penting.

Sedangkan “mimpi” itu adalah refleksi kejadian yang kita inginkan di kemudian hari. Selama mimpi itu “gratis’ maka kita layak mencobanya dengan mimpi-mimpi yang tinggi sehingga memberi gairah dan warna bagi hidup yang kita jalani. Seorang yang sukses, pastilah berawal dari mimpi ini, termasuk ANDA. Jadi, buatlah mimpi ANDA SEGERA !

BERSEGERA MENYAMBUT SERUAN ALLAH

Bapak yang satu ini kalau sholat jama’ah selalu datang paling duluan juga pada setiap acara keagamaan dipastikan bahwa beliau adalah orang pertama yang menyambutnya. Tidak banyak memang orang yang seperti ini, yang meletakkan seruan Allah dalam prioritas utamanya. Allah berfirman melalui hadist qudsi :

“Wahai anak Adam, luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan memenuhi dadamu dengan kekayaan dan menutup (menyingkirkan) kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesempitan (kegelisahan) dan Aku tidak akan menyingkirkan kefakiranmu” (Hadist Qudsi)

Juga ada ungkapan yang disampaikan ustadz Yusuf Mansyur tentang hal ini :

“Kejarlah kekayaan dengan mendekati Allah, pemilik semua kekayaan. Ketika kekayaan diraih dengan melupakan Allah, maka apa yang diraih dan apa yang digenggam akan berbalik menjadi kesombongan dan kehinaan"

MEMINTA “APAPUN” KEPADA ALLAH MESKIPUN ITU TIDAK MUNGKIN

Diantara kebiasaan yang dilakukan Bapak yang satu ini adalah selalu meminta apapun kepada Allah disetiap kesempatan. Kalaupun kita tidak memiliki apapun dari segi materi, kita punya Allah yang bisa selalu kita mintakan apapun kepada-Nya.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”(QS. 2 : 186)

SELALU IKHLAS

Ikhlas adalah kunci sukses ibadah kita kepada Allah SWT. Lurusnya ibadah atau amal yang kita kerjakan terletak pada ikhlasnya amal yang kita kerjakan. Nah, Bapak yang satu ini menempatkan ikhlas sebagai salah satu resep suksesnya. Dimana dia selalu mudah memenuhi seruan Allah tanpa maksud apapun bahkan menunaikannya di awal wakti selagi kebanyakan orang sibuk dengan aktifitasnya.

Keikhlasannya juga ditunjukkan bagaimana dia menjalani hidup dengan selalu bersyukur atas karunia yang Allah curahkan kepadanya. Meskipun menurut ukuran manusia kebanyakan hidupnya dipenuhi keterbatasan. Wallahu a’lam

Salam Sukses Indonesia !
Arif Prasetyo Aji
Exist bangun Nusantara | Dienazty Fashion Center



Monday, October 26, 2009

Kisah Para Pejuang Kemakmuran (bagian 2)


ABU BAKAR ASH SHIDIQ & UMAR BIN KHATTAB

Pada saat Rasulullah SAW dan para Sahabat sedang menghadapi perang Tabuk, beliau Rasulullah SAW mengumpulkan para sahabat dalam rangka penggalangan dana. Ceritanya saat itu Umar Bin Khattab ingin mengalahkan Abu Bakar Ash Shidiq dalam hal bershadaqah. Ketika Rasulullah bertanya : “Siapa yang berinfaq pada hari ini ?”. Kemudian Umar mengacungkan tangan dan mengatakan : "Saya menginfaqkan separuh harta saya ya Rasulullah”.

Tapi kemudian semua sahabat terperanjat termasuk juga Umar ketika Abu Bakar Ash Shidiq mengacungkan tangannya dan mengatakan : “Saya menginfaqkan seluruh harta saya ya Rasulullah”. Kemudian Rasulullah bertanya : “Lalu apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu, wahai Abu Bakar ?”. Jawab Abu Bakar : “Cukuplah Allah dan Rasul-Nya yang aku tinggalkan untuk mereka”.

Akhirnya, Umar mengakui kehebatan Abu Bakar dalam hal beramal dan mengatakan, “Sampai kapanpun saya tidak akan dapat menandingi prestasi ibadah Abu Bakar”. Karena Abu Bakar menginfaqkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Allah & Rasul-nya untuk keluarganya, sementara Umar menginfakkan hanya separuh hartanya, Nah Lho....

Dua sahabat ini adalah pejuang kemakmuran yang lain, dimana beliau adalah pengusaha yang kaya raya. Kisah di atas adalah salah satu contoh keteladanan yang diberikan. Diantara keistimewaan yang lain adalah bahwa beliau sama-sama pernah menjadi Khalifah dan termasuk salah seorang diantara 10 sahabat yang dijamin masuk surga.

IMAM ABU HANIFAH (IMAM HANAFI)

Sekarang mari kita tengok kisah shalafus shalih setelah generasi sahabat yang juga tak kalah hebatnya dalam ikhtiarnya menjadi pejuang kemakmuran. Konon Imam Abu Hanifah, selain sebagai imam mahdzab yang faqih dalam agama adalah seorang entrepreneur yang sangat berdaya. Abu Hanifah mengawali aktifitas entrepreneurnya dengan berjualan roti di pasar sampai pada akhirnya memiliki jasa keuangan (Khilafah & Kerajaan).

Dan karena saking mandirinya, beliau menjadi da’i yang sangat merdeka termasuk bisa menegur Khalifah pada saat itu untuk kembali kepada kebenaran. Sampai pada akhirnya beliau diminta menjadi Qadhi (=hakim) di Kekhilafahan, akan tetapi beliau menolaknya dengan tegas. Karena pada masa itu, Qadhi di Kekhilafahan sama halnya sebagai tukang stempel saja, sama nggak ya dengan negeri kita saat ini ?

Menurut Imam Abu Hanifah, da’i harus berdaya dan memberdayakan. Dengan kepandaiannya, beliau mendedikasikan dirinya untuk mengajarkan Islam kepada semua kalangan. Dan dengan bisnisnya yang luar biasa besarnya itu, beliau juga bisa memberikan beasiswa kepada seluruh murid-muridnya bahkan sampai ke luar negeri dengan biaya penuh darinya.

Dan jangan ditanya, assetnya kalau dikurskan dengan nilai sekarang mungkin mencapai 1.7 trilliun, lebih besar dari dana rakyat indonesia yang dibawa lari edi tansil dulu. edi tansil, tanya keumana..?

KEBERANIAN & KEMANDIRIAN

Hari ini kita belajar menjadi seorang yang selalu berani berkompetisi untuk sebuah kebaikan dari dua sahabat Rasulullah SAW yang lain, yaitu Abu Bakar dan Umar. Dua sahabat ini menjalani kehidupannya dengan menjadi seorang entrepreneur/pengusaha yang tidak lupa pada Allah SWT. Mereka tidak pernah takut bahwa hartanya akan pergi, kalau toh pun pergi, itu hanyalah untuk Allah SWT.

Dalam hal ini Umar pernah mengatakan : “Taruhlah hartamu itu di tangan, dan jangan kamu taruh di hati”. Artinya, harta itu hanyalah titipan dan kita hanya sebagai perantara dari harta yang kita miliki.

Dan terkait ketakutannya kepada Allah, Umar juga pernah mengatakan : “Hisablah (evaluasilah) dirimu sebelum kamu nanti dihisab di hari akhir nanti”. Artinya, evaluasi itu adalah agenda rutin dari sebuah siklus kehidupan, sehingga kita bisa mengukur apakah aktifitas kita berbuah surga atau neraka.

Dari Imam Abu Hanifah, kita belajar bagaimana proses menjadi seorang pengusaha sukses disamping juga belajar tentang kemandirian. Karena kemandirian akan melahirkan keberanian bersikap sesuai dengan kebenaran yang diajarkan Allah dan rasul-Nya.

Dengan kekayaan yang dimiliki, Imam Abu Hanifah dapat membantu para muridnya untuk memperdalam ilmunya di luar negeri. Disamping juga dapat membantu masyarakat lainnya yang membutuhkan. Sekali lagi, kemandirian itu akan menjadikan kita terhormat karena kita bisa berperan menjadi TANGAN DI ATAS.

Salam Entrepreneur Indonesia
Arif Prasetyo Aji
Exist Bangun Nusantara | Dienazty Fashion Center |

Catatan :

Kalau memberi jangan pernah berhitung, insyaallah Allah juga tidak akan menghitung kalau mau memberi kita.


Monday, October 19, 2009

Kisah Para Pejuang Kemakmuran (bagian 1)


ABDURRAHMAN BIN AUF


Abdurrahman Bin Auf adalah seorang sahabat yang menjadi pengusaha kaya di Makkah, Dengan segenap ketrampilan dan intuisi bisnisnya dan tentu saja ridho Allah, beliau mengembangkan sayap bisnisnya dengan asset yang luar biasa besarnya pada saat itu. Saat hijrah ke Madinah, Abdurrahman Bin Auf meninggalkan seluruh hartanya dan siap memulai hidup baru dalam naungan Islam di Madinah.

Kisah yang sangat fenomenal telah diabadikan dalam shiroh nabawiyah, dimana saat itu Abdurrahman Bin Auf dipersaudarakan dengan sahabat Anshar (dari Madinah) yang bernama Sa’ad Bin Rabi’ Al anshari. Oleh Sa’ad, Abdurrahman ditawari untuk memilih salah satu istrinya untuk dinikahi tapi beliau menolaknya. Juga ditawari untuk memilih salah satu kebun milik Sa’ad, tapi sekali lagi Abdurrahman menolaknya. Abdurrahman hanya minta ditunjukkan dimana pasar berada.

Abdurrahman Bin Auf adalah sosok pengusaha kaya yang memiliki intuisi seorang entrepreneur. Pernah dalam suatu kesempatan beliau mengungkapkan :

“Saya tidak mengangkat batu, kecuali dibawahnya ada emas dan perak”

Ini sekali lagi membuktikan bahwa Abdurrahman Bin Auf adalah seorang yang ulet dan selalu bisa melihat dan mengeksekusi peluang yang ada. Sehingga dalam waktu sekejap dengan modal NOL, beliau bisa menguasai pasar yang ada di Madinah. Sungguh luar biasa !!!

Ada 3 keistemewaan yang dimiliki seorang Abdurrahman Bin Auf, diantaranya :

Pertama, Abdurrahman adalah seorang pengusaha kaya yang sangat dermawan. Beliau menyantuni para veteran perang badar dan menyantuni para janda Rasulullah. Beliau memberi makan anak yatim dan fakir miskin di Madinah.

Kedua, ia tercatat sebagai orang ke-8 yang masuk Islam dan termasuk dalam kategori assabiqunal awwalun (generasi awal yang masuk islam). Artinya, beliau sejak awal sudah membela perjuangan Rasulullah dengan segala macam kepedihan dan penderitaan. Ia dua kali ikut hijrah ke Habasyah (Ethopia) karena umat Islam diancam oleh kafir Quraisy.

Ketiga, Abdurrahman termasuk sepuluh orang sahabat yang dijamin Rasulullah bakal masuk surga. Artinya, Abdurrahman Bin Auf adalah salah seorang sahabat yang punya kepribadian luar biasa dan namanya tercatat dalam sejarah Islam dengan tinta emas.

USTMAN BIN AFFAN

Ustman Bin Affan adalah sahabat lain Rasulullah SAW yang juga merupakan pengusaha besar kala itu. Meskipun kaya raya, beliau hidup dengan sederhana dan sangat dermawan, sehingga beliau dijuluki sebagai Bapak Zuhud.

Pada masa Khalifah Abu Bakar As-Siddiq ra, kaum Muslimin dilanda kemarau dahsyat. Mereka mendatangi Khalifah Abu Bakar dan berkata, "Wahai khalifah Rasulullah, langit tidak menurunkan hujan dan bumi kering tidak menumbuhkan tanaman, dan orang meramalkan datangnya bencana, maka apa harus kita lakukan ?”

Abu Bakar ra menjawab : "Pergilah dan sabarlah. Aku berharap sebelum tiba malam hari Allah akan meringankan kesulitan kalian"

Pada petang harinya di Syam ada sebuah kafilah dengan 1,000 unta mengangkut gandum, minyak dan kismis. Unta itu lalu berhenti di depan rumah Ustman, lalu mereka menurunkan muatannya.

Tidak lama kemudian pedagang datang menemui Ustman, si pedagang kaya, dengan maksud ingin membeli barang itu.

Lalu Ustman berkata kepada mereka : "Dengan segala senang hati. Berapa banyak keuntungan yang akan kalian berikan?”
Mereka jawab : "Dua kali lipat"
Ustman menjawab : "Wah sayang, Sudah ada penawaran lebih"
Pedagang itu kemudian menawarkan empat sampai lima kali lipat, tetapi Ustman menolak dengan alasan sudah ada penawar yang akan memberi lebih banyak.

Pedagang menjadi bingung lalu berkata lagi pada Ustman : "Wahai Ustman, di Madinah tidak ada pedagang selain kami, dan tidak ada yang mendahului kami dalam penawaran. Siapa yang berani memberi lebih ?"

Ustman menjawab : ”Allah SWT memberi kepadaku 10 kali lipat, apakah kalian dapat memberi lebih dari itu?"
Mereka serentak menjawab : "Tidak!"

Ustman berkata lagi : "Aku menjadikan Allah sebagai saksi bahwa seluruh yang dibawa kafilah itu adalah sedekah kerana Allah, untuk fakir miskin daripada kaum muslimin"

Petang hari itu juga Ustman ra membagi-bagikan seluruh makanan yang dibawa unta tadi kepada setiap fakir dan miskin. Mereka semua mendapat bagian yang cukup untuk keperluan keluarganya masing-masing dalam jangka waktu yang lama.

Itulah salah satu kedermawanan Ustman Bin Affan yang merupakan keistimewaan yang dimilikinya selain sebagai Khulafaur Rasyidin dan beliau juga termasuk salah seorang dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga.

KAYA + JUJUR = DERMAWAN

Kita sangat merindukan hadirnya seorang entrepreneur/pengusaha yang kaya raya yang memiliki sifat jujur dalam dirinya. Pun harta yang diperolehnya adalah berangkat dari aspek kejujuran ini. Dan saya sangat yakin, kalau memang begitu adanya maka insyaallah akan lahir orang-orang dermawan yang dengan tulus membantu saudaranya yang lain. Insyaallah.

Hari ini kita belajar dari dua sahabat yang memiliki KECERDASAN FINANSIAL yang luar biasa sehingga bisa mengantarkannya menjadi PENGUSAHA KAYA RAYA dengan omset yang besar. Dengan kata lain, uanglah yang mengejar mereka sehingga dalam kondisi apapun pasti berpotensi menjadi peluang yang sangat menguntungkan..

Juga kita belajar bagaimana dua sahabat ini memiliki KECERDASAN SPIRITUAL yang sangat istimewa sehingga selalu menegakkan KEJUJURAN dalam setiap aspek kehidupannya temasuk dalam menjalankan roda bisnisnya. Dalam setiap kehidupannya senantiasa ada aspek spiritual, sehingga pantaslah kalau dua sahabat ini dijamin masuk surga.

Kalau sudah memiliki dua kecerdasan di atas, maka menjadi DERMAWAN itu adalah sebuah kemestian. Dan sekali lagi kita belajar deari para pejuang kemakmuran tentang kedermawanan. Atau kalau saya mengistilahkan MEMBERI TANPA MENANTI, artinya kedermawanan itu adalah sebuah sikap bagaimana kita selalu bisa menjadi seorang yang mandiri dan selalu menjadi TANGAN DI ATAS. Karena “tangan di atas itu lebih baik daripada tangan di bawah”.

Salam Entrepreneur Indonesia

Arif Prasetyo Aji
Exist Bangun Nusantara | Dienazty Fashion Center

Catatan :
Alhamdulillah sejak awal bulan ini sudah bisa menempati kantor baru. Semoga Allah memberikan barakah dan ridha-Nya kepada kami dengan segenap ikhtiar yang kami lakukan.



Advertise

Bagaimana mengubah blog WordPress menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit dilengkapi Software dan Script Siap Pakai

Masukkan Code ini K1-793Y9D-E
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Arsip Blog

Followers